Presiden Prabowo Tinjau 15 Inovasi BRIN di Istana, dari Tanggul Laut hingga Teknologi Nuklir

Foto: Presiden Prabowo Tinjau Inovasi BRIN di Istana

Jakarta,Commentary-Presiden Prabowo Subianto meninjau langsung hasil riset dan inovasi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang dipamerkan di halaman tengah Istana Kepresidenan Republik Indonesia, Jakarta, Kamis.

Selama lebih dari satu jam, Presiden Prabowo berkeliling ke sejumlah booth untuk melihat berbagai inovasi sekaligus mendengarkan penjelasan langsung dari para periset BRIN.

Kegiatan tersebut menjadi pertama kalinya lebih dari 150 periset dan peneliti dari berbagai daerah di Indonesia mempresentasikan hasil riset dan inovasinya secara langsung kepada Presiden di Istana.

Berbagai hasil penelitian yang dipamerkan diarahkan untuk mendukung sejumlah program prioritas pemerintah, mulai dari pembangunan tanggul laut raksasa (giant sea wall), Makan Bergizi Gratis (MBG), Sekolah Rakyat, program gentengisasi, pengelolaan sampah, kemandirian energi, ketahanan pangan, pertahanan dan keamanan, hingga pembangunan tiga juta rumah.

Presiden Prabowo dalam kunjungannya didampingi Kepala BRIN Arif Satria dan Wakil Kepala BRIN Amarulla Octavian.

Presiden Prabowo Subianto meninjau langsung hasil riset dan inovasi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang dipamerkan di halaman tengah Istana Kepresidenan Republik Indonesia, Jakarta, Kamis.

Selama lebih dari satu jam, Presiden Prabowo berkeliling ke sejumlah booth untuk melihat berbagai inovasi sekaligus mendengarkan penjelasan langsung dari para periset BRIN.

Kegiatan tersebut menjadi pertama kalinya lebih dari 150 periset dan peneliti dari berbagai daerah di Indonesia mempresentasikan hasil riset dan inovasinya secara langsung kepada Presiden di Istana.

Berbagai hasil penelitian yang dipamerkan diarahkan untuk mendukung sejumlah program prioritas pemerintah, mulai dari pembangunan tanggul laut raksasa (giant sea wall), Makan Bergizi Gratis (MBG), Sekolah Rakyat, program gentengisasi, pengelolaan sampah, kemandirian energi, ketahanan pangan, pertahanan dan keamanan, hingga pembangunan tiga juta rumah.

Presiden Prabowo dalam kunjungannya didampingi Kepala BRIN Arif Satria dan Wakil Kepala BRIN Amarulla Octavian.

Salah satu lokasi yang dikunjungi Presiden adalah booth Teknologi Kedirgantaraan dan Keantariksaan.

Di sana, peneliti BRIN menjelaskan teknologi satelit yang membawa kamera hasil pengembangan dalam negeri. Perangkat tersebut dibuat di laboratorium BRIN di Bogor, Jawa Barat.

Teknologi kamera satelit tersebut telah dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan pemetaan, termasuk membantu mengidentifikasi dampak bencana.

Presiden kemudian melihat sejumlah inovasi yang dapat mendukung pembangunan tanggul laut raksasa. Salah satunya berupa tanggul tegak multifungsi yang dirancang sekaligus mampu menghasilkan energi listrik.

Selain itu, Presiden melihat teknologi pemecah gelombang yang telah dipasang dan digunakan di sejumlah kawasan pantai di Indonesia.

Presiden Prabowo juga mengunjungi booth Teknologi Nuklir. Di lokasi tersebut, Presiden berdiskusi dengan sejumlah menteri dan pejabat yang mendampinginya.

Di antaranya Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid, Kepala Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa Didit Herdiawan Ashaf, serta CTO Danantara Sigit P. Santosa.

Para peneliti BRIN menyampaikan kesiapan mereka untuk mendukung rencana pemerintah dalam pengembangan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN).

Dalam pemaparannya, peneliti BRIN menyebut Indonesia memiliki potensi sumber daya uranium hingga 89.000 ton dan thorium sekitar 143.000 ton.

Peneliti juga menyampaikan bahwa BRIN telah berhasil melakukan pemurnian uranium hingga mencapai 60 persen.

Sebanyak 15 booth hasil riset dan inovasi BRIN ditinjau Presiden Prabowo dalam kegiatan tersebut.

Berbagai inovasi itu merupakan bagian dari delapan agenda riset nasional yang mencakup bidang kedirgantaraan dan keantariksaan, ketahanan air, tenaga nuklir, energi dan mineral, lingkungan dan pengelolaan sampah, perumahan dan kebencanaan, kesehatan, transportasi, MBG, pangan dan pertanian, pendidikan, perikanan, pertahanan dan keamanan, hingga pelestarian warisan budaya.

Pameran tersebut menjadi ruang bagi para peneliti untuk memperlihatkan secara langsung bagaimana hasil riset dapat diarahkan untuk menjawab berbagai kebutuhan strategis nasional.

Menteri Sekretaris Negara sekaligus Juru Bicara Presiden RI, Prasetyo Hadi, menegaskan bahwa hasil riset yang ditampilkan di Istana bukan sekadar pajangan.

“Ini penanda Indonesia memiliki kapasitas nyata untuk menjawab kebutuhan strategis bangsa secara mandiri, khususnya di bidang strategis seperti pangan, energi, air, kesehatan, pertahanan, dan industrialisasi nasional,” kata Prasetyo Hadi.

Melalui pameran tersebut, pemerintah mendorong agar hasil riset dan inovasi nasional tidak berhenti di laboratorium, tetapi dapat dikembangkan dan dimanfaatkan untuk mendukung pembangunan serta memperkuat kemandirian Indonesia di berbagai sektor strategis.

Tutup