Lima Seruan Moral UGM untuk Pemerintah, Mahasiswa, dan Aparat
Yogyakarta, Commentary — Universitas Gadjah Mada (UGM) menyampaikan seruan moral sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi bangsa yang tengah menghadapi gejolak sosial dan politik. Seruan ini dibacakan langsung oleh Rektor UGM, Prof. Ova Emilia, dalam acara yang digelar di Balairung UGM, Minggu (31/8), dan dihadiri oleh jajaran rektorat, guru besar, serta para dosen.
Acara dimulai dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, dilanjutkan dengan Himne Gadjah Mada. Dalam sambutannya, Prof. Ova menyampaikan keprihatinan mendalam atas situasi nasional yang ditandai dengan maraknya aksi unjuk rasa di berbagai daerah, termasuk Jakarta, Yogyakarta, Bandung, Makassar, dan Surabaya.
“Izinkan saya membacakan seruan moral Sivitas Universitas Gadjah Mada terkait berbagai aksi massa dan kondisi bangsa saat ini,” ujar Prof. Ova sebelum membacakan pernyataan resmi.
Ia menyoroti eskalasi kekerasan dalam demonstrasi, baik yang dilakukan oleh aparat maupun massa, yang telah menyebabkan kerusakan fasilitas umum, penjarahan, gangguan aktivitas masyarakat, bahkan jatuhnya korban jiwa dan luka-luka.
Lima Seruan Moral UGM
Dalam seruannya, Sivitas Akademika UGM menyampaikan lima poin penting:
1. Belasungkawa atas Korban
UGM menyampaikan duka cita mendalam atas korban jiwa dan luka-luka yang timbul akibat bentrokan dalam aksi massa. UGM mengimbau semua pihak untuk menghentikan kekerasan dan anarkisme demi menjaga nilai-nilai kemanusiaan dan martabat bersama.
2. Dukungan terhadap Gerakan Damai
UGM mendukung gerakan damai (non-kekerasan) sebagai upaya mendorong pemerintah melakukan perbaikan menyeluruh, terutama dalam bidang penegakan hukum, pemulihan ekonomi, dan peningkatan kesejahteraan rakyat.
3. Kritik terhadap Kebijakan Pemerintah dan DPR
UGM mendesak Pemerintah dan DPR untuk membatalkan kebijakan-kebijakan yang tidak berpihak pada keadilan sosial dan memperlebar jurang antara elite dan rakyat, karena hal ini dinilai membahayakan masa depan demokrasi dan supremasi sipil di Indonesia.
4. Ajakan kepada Mahasiswa
Sivitas UGM mendorong para mahasiswa, khususnya mahasiswa UGM, untuk menunjukkan kepedulian terhadap situasi bangsa melalui tindakan yang konstruktif dan penuh tanggung jawab, serta menjaga keselamatan dan kehati-hatian dalam beraksi.
5. Imbauan kepada Aparat dan Penyelenggara Negara
UGM mengajak penyelenggara negara, termasuk Polri dan TNI, untuk mendengarkan aspirasi masyarakat dengan saksama dan mengedepankan prinsip responsif serta akuntabel dalam mengambil kebijakan strategis agar situasi tetap terkendali.
“Demikian kami sampaikan sebagai bentuk kepedulian dan tanggung jawab moral guna tetap menjaga keutuhan bangsa dan cita-cita kemanusiaan. Semoga Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa, senantiasa memberkahi dan melindungi republik kita tercinta,” pungkas Prof. Ova.
Seruan ini menjadi bentuk nyata keterlibatan dunia akademik dalam menjaga demokrasi, serta menjadi pengingat bahwa universitas bukan hanya tempat ilmu, tetapi juga ruang untuk menjaga nurani kebangsaan.