Pedagang Minta Rekayasa Lalu Lintas saat pasar sayur beroperasi
Sejumlah pedagang Pasar Baru Cikarang meminta Pemerintah Kabupaten Bekasi menyiapkan rekayasa lalu lintas pada malam hari menyusul relokasi pasar tumpah dari depan Gedung Sentra Grosir Cikarang (SGC), Cikarang Utara, ke halaman Pasar Baru Cikarang atau Pasar Ramayana.
Permintaan tersebut ditujukan kepada Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, guna mengantisipasi potensi kemacetan di sekitar lokasi baru pasar tumpah yang kini beroperasi di depan Gedung Ramayana.
Salah seorang pedagang, Ines (43), menilai relokasi pedagang ke dalam area pasar merupakan langkah yang tepat. Namun, ia mengingatkan agar pemerintah mengantisipasi dampak lalu lintas, terutama pada jam operasional pasar sayur di malam hingga dini hari.
“Sekarang pasar tumpah sudah berada di depan gedung Ramayana. Jangan sampai kemacetannya justru pindah ke depan pasar Ramayana,” ujar Ines, Jumat malam.
Menurut dia, masuknya ratusan pedagang ke halaman Pasar Baru Cikarang berpotensi meningkatkan volume kendaraan di sekitar lokasi, khususnya kendaraan besar yang melintas pada malam hari.
Ia mengusulkan agar pemerintah melakukan pengalihan arus kendaraan besar pada jam tertentu. Kendaraan yang sebelumnya melintas dari arah Terminal menuju SGC, kata dia, dapat dialihkan melalui Terminal Cikarang menuju arah stasiun, khusus saat pasar sayur beroperasi.
“Kalau bisa kendaraan besar dialihkan lewat Terminal Cikarang arah stasiun, ini khusus jam pasar sayur saja,” katanya.
Meski demikian, Ines menyatakan dukungannya terhadap kebijakan relokasi tersebut. Ia berharap pemindahan pedagang ke dalam area pasar dapat meningkatkan kembali aktivitas perdagangan, terutama menjelang Ramadan dan Idulfitri.
“Prinsipnya saya setuju dengan relokasi ini. Kita sama-sama mencari nafkah, apalagi mau masuk bulan puasa dan Lebaran. Mudah-mudahan pasar ramai lagi,” ujarnya.
Relokasi pasar tumpah ke dalam area Pasar Baru Cikarang sebelumnya dilakukan pemerintah daerah sebagai upaya penataan kawasan dan mengurangi kepadatan lalu lintas di badan jalan sekitar SGC. Pemerintah diharapkan dapat memastikan penataan tersebut berjalan optimal tanpa menimbulkan titik kemacetan baru.



