PETIR Kawal Pemulangan Jenazah Yanto Nabuasa ke Kupang

Jakarta-Persaudaraan Timur Raya (PETIR) turut mengawal proses pemulangan jenazah Yanto Nabuasa ke kampung halamannya di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). Ketua Umum PETIR, Alex Emanuel Kadju, S.H., menyampaikan belasungkawa mendalam atas wafatnya almarhum yang meninggalkan duka bagi keluarga dan masyarakat NTT di perantauan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, jenazah almarhum telah berada di area kargo bandara di Jakarta dan dijadwalkan diberangkatkan menuju Kupang pada pukul 02.15 WIB. Proses pemulangan tersebut mendapat perhatian dari keluarga besar PETIR serta komunitas masyarakat NTT yang berada di Jakarta.

Alex Emanuel Kadju mengatakan bahwa wafatnya Yanto Nabuasa merupakan kehilangan bagi masyarakat NTT, khususnya yang berada di perantauan. Ia berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi musibah ini.

“Almarhum adalah bagian dari keluarga besar kita. Kami dari PETIR menyampaikan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya. Semoga Tuhan memberikan tempat terbaik bagi almarhum dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan,” ujar Alex dalam keterangannya di Jakarta.

Ia juga menegaskan pentingnya menjaga solidaritas dan semangat persaudaraan di antara masyarakat NTT yang berada di berbagai daerah. Menurutnya, nilai kebersamaan harus diwujudkan melalui kepedulian nyata ketika ada anggota masyarakat yang mengalami kesulitan.

Dukungan terhadap langkah tersebut juga datang dari praktisi hukum, Taufik, S.H., M.H. Ia mengapresiasi kepedulian sosial yang ditunjukkan Alex Emanuel Kadju bersama organisasi PETIR dalam membantu masyarakat.

“Tetap semangat untuk Bang Alex Emanuel Kadju dalam memimpin dan membantu masyarakat. Kepedulian seperti ini merupakan bentuk nyata pengabdian kepada sesama,” kata Taufik.

Kepergian Yanto Nabuasa menyisakan duka mendalam bagi keluarga dan kerabat. Namun, solidaritas yang ditunjukkan berbagai pihak diharapkan dapat memberikan dukungan moral serta meringankan beban keluarga yang ditinggalkan.(red)

Tutup