Ribuan Hektare Sawah di Kabupaten Bekasi Terendam Banjir, Petani Terancam Gagal Panen

Data wilayah banjir yang melanda kau paten Bekasi.

Kabupaten Bekasi,Commentary-Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Bekasi tidak hanya menggenangi permukiman warga, tetapi juga merambah ke lahan pertanian milik petani. Hamparan sawah yang sebelumnya hijau kini berubah menjadi kubangan air, menyebabkan aktivitas pertanian terhenti sementara.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi mencatat sekitar 267.063,75 hektare lahan pertanian terdampak banjir, dengan sebagian besar merupakan sawah produktif.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bekasi, Dodi Supriadi, mengatakan genangan air yang bertahan selama berhari-hari berpotensi menimbulkan kerusakan tanaman padi dan mengancam keberlangsungan musim tanam petani.

“Genangan terjadi di lahan pertanian yang berada di dataran rendah dan dekat aliran sungai. Jika air tidak segera surut, tanaman padi yang sedang dalam masa tanam maupun menjelang panen sangat berisiko mengalami puso,” ujar Dodi, Senin (19/1).

Ia menjelaskan, lahan pertanian terdampak tersebar di sejumlah kecamatan, di antaranya Pebayuran, Sukakarya, Sukawangi, Cabangbungin, Babelan, Tambun Utara, dan Karang Bahagia. Ketinggian air di area persawahan bervariasi, mulai dari 20 hingga 60 sentimeter, sehingga tanaman terendam dan tidak dapat diolah sementara waktu.

Selain merusak tanaman, banjir juga menghambat aktivitas pertanian. Akses menuju sawah terputus, saluran irigasi meluap, serta alat dan sarana produksi pertanian milik petani ikut terendam. Kondisi tersebut memaksa petani menunda kegiatan pemupukan, penyiangan, hingga panen.

“Dampaknya bukan hanya dirasakan saat ini. Jika terjadi gagal panen, petani akan kesulitan modal untuk musim tanam berikutnya. Hal ini juga berpotensi memengaruhi ketersediaan beras di tingkat lokal,” kata Dodi.

BPBD Kabupaten Bekasi telah berkoordinasi dengan Dinas Pertanian dan pemerintah kecamatan untuk melakukan pendataan lanjutan terhadap lahan pertanian yang terdampak. Data tersebut akan menjadi dasar dalam menentukan langkah pemulihan, termasuk kemungkinan penyaluran bantuan benih, pupuk, serta program pemulihan pascabanjir.

Dodi juga mengimbau para petani di wilayah rawan banjir agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan susulan serta segera melaporkan kerusakan lahan dan tanaman kepada aparat desa atau penyuluh pertanian setempat.

“Pendataan ini penting agar penanganan pascabanjir dapat dilakukan secara tepat sasaran dan petani tidak semakin dirugikan,” pungkasnya.

Tutup