Transformasi, Kapolres Metro Bekasi dipimpin Perempuan
Kabupaten Bekasi,Commentary-Serah terima jabatan Kapolres Metro Bekasi dari Kombes Pol Mustofa kepada Kombes Pol Sumarni bukan sekadar rotasi rutin di tubuh Polri. Penunjukan Sumarni menandai hadirnya kepemimpinan perempuan di salah satu wilayah hukum paling strategis dan padat aktivitas di Polda Metro Jaya.
Kabupaten Bekasi dikenal sebagai pusat industri nasional dengan kompleksitas persoalan sosial, ekonomi, dan hukum yang tinggi. Dalam konteks tersebut, kehadiran Kombes Pol Sumarni dinilai membawa pesan kuat tentang transformasi dan kepercayaan institusi Polri terhadap kepemimpinan berbasis profesionalisme, bukan sekadar senioritas.
Dalam sambutan perdananya, Kombes Pol Sumarni menyadari besarnya tantangan yang akan dihadapi. Ia menyampaikan apresiasi terhadap capaian pendahulunya, sekaligus menegaskan komitmen untuk melanjutkan stabilitas keamanan di wilayah yang kerap menjadi barometer kondisi sosial Jawa Barat bagian utara.
“Wilayah hukum Polres Metro Bekasi memiliki dinamika luar biasa. Apa yang telah dibangun Bapak Kombes Pol Mustofa akan kami lanjutkan dan perkuat,” ujar Sumarni
Gaya komunikasi tersebut mencerminkan pendekatan kepemimpinan yang inklusif dan kolaboratif, sebuah pola yang dinilai relevan untuk wilayah dengan karakter masyarakat heterogen seperti Bekasi. Tantangan kepolisian di wilayah ini tidak hanya soal kriminalitas, tetapi juga pengelolaan konflik sosial, industrial, serta pelayanan publik yang responsif.
Sumarni juga menegaskan pentingnya kesinambungan hubungan emosional dan profesional di lingkungan Polres Metro Bekasi, termasuk dengan pendahulunya yang kini menjabat sebagai Direktur Polisi Air Polda Metro Jaya.
Ia menekankan bahwa rotasi jabatan tidak memutus ikatan institusional dan kebersamaan yang telah terbangun.
Pengangkatan Kombes Pol Sumarni sebagai Kapolres Metro Bekasi sekaligus mempertegas komitmen Polri dalam mendorong peran strategis perempuan di posisi kepemimpinan.
Di tengah tuntutan publik akan institusi kepolisian yang humanis, adaptif, dan profesional, figur Kapolres perempuan menjadi simbol perubahan yang diharapkan membawa perspektif baru dalam pengelolaan keamanan dan pelayanan masyarakat.



