Usai Polemik IGD, RS Annisa Cikarang Perkuat Fasilitas dan Mutu Pelayanan

Foto: RS Annisa Cikarang

Kabupaten Bekasi,Commentary-Manajemen Rumah Sakit (RS) Annisa Cikarang menyatakan persoalan pelayanan Instalasi Gawat Darurat (IGD) yang menjadi sorotan publik telah diselesaikan melalui musyawarah bersama keluarga pasien pada 7 Oktober 2026.

Pertemuan yang berlangsung secara kekeluargaan itu dihadiri pemilik dan jajaran direksi RS Annisa, keluarga pasien, anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Bekasi, serta jajaran Polsek Cikarang Utara. Kesepakatan kedua belah pihak kemudian dituangkan dalam surat pernyataan damai.

Manajemen RS Annisa menyampaikan permohonan maaf kepada pasien, keluarga, dan masyarakat atas ketidaknyamanan yang terjadi. Rumah sakit juga mengapresiasi perhatian serta masukan publik yang dinilai menjadi bagian dari evaluasi pelayanan.

Dalam keterangannya, RS Annisa menegaskan bahwa keselamatan pasien dan pemberian layanan sesuai kebutuhan medis tetap menjadi prioritas utama, termasuk ketika terjadi peningkatan jumlah kunjungan pasien.

“RS Annisa berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan yang aman, transparan, profesional, dan berorientasi pada kebutuhan serta keselamatan pasien,” demikian pernyataan Humas RS Annisa Cikarang yang diterima redaksi pada 10 Oktober 2026.

Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, RS Annisa menyebut telah menambah kapasitas pelayanan IGD. Saat ini, fasilitas tersebut didukung 16 tempat tidur, empat ruang transit, dan empat kursi pemeriksaan, sehingga dapat menangani hingga 24 pasien secara bersamaan.

Manajemen menjelaskan bahwa penanganan pasien gawat darurat tidak semata-mata bergantung pada ketersediaan tempat tidur. Setiap pasien yang datang akan menjalani proses triase untuk menentukan tingkat kegawatan, sehingga pasien dengan kondisi paling kritis dapat memperoleh penanganan lebih dahulu.

Ketika kapasitas IGD penuh, pemeriksaan dan tindakan awal tetap dapat dilakukan di kursi pemeriksaan atau ruang transit sambil menunggu tempat tidur tersedia. Pasien yang kondisinya telah stabil juga akan dievaluasi untuk dipindahkan ke ruang rawat inap atau diperbolehkan pulang sesuai kondisi medisnya.

Sementara itu menurutnya, apabila pasien membutuhkan layanan yang belum dapat segera diberikan, rumah sakit menyatakan akan melakukan stabilisasi terlebih dahulu dan berkoordinasi dengan rumah sakit tujuan sebelum proses rujukan dilakukan.

RS Annisa turut menyatakan komitmennya untuk meningkatkan mutu pelayanan gawat darurat, memperbaiki komunikasi dengan pasien dan keluarga, serta mengembangkan kapasitas fasilitas seiring meningkatnya kebutuhan layanan kesehatan masyarakat.

Manajemen juga membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan kritik, masukan, dan keluhan melalui kanal pengaduan resmi rumah sakit agar setiap persoalan dapat ditindaklanjuti sebagai bahan evaluasi.

Tutup
Banner Commentary.co.id
Comedy CO.ID - Portal Berita Masa Kini