Banjir Rendam 16 Kecamatan di Kabupaten Bekasi, Pemkab Siapkan Langkah Penanganan Bertahap

Foto:Plt Bupati Kabupaten Bekasi Asep Surya Atmaja.

Commentary-Kabupaten Bekasi dilanda banjir akibat curah hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi tersebut berdampak pada aktivitas masyarakat serta mengganggu akses dan jalur penghubung antarwilayah.

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi, dr. Asep Surya Atmaja, mengatakan bahwa berdasarkan hasil pemantauan sementara, banjir telah melanda 16 kecamatan dengan lebih dari 50 titik genangan. Sebagian besar wilayah terdampak merupakan kawasan yang kerap mengalami banjir setiap tahunnya.

“Dalam beberapa waktu terakhir ini, curah hujan yang cukup lebat menyebabkan terjadinya banjir di sejumlah wilayah. Data sementara, sudah berdampak di 16 kecamatan dengan lebih dari 50 titik,” ujar dr. Asep saat memimpin Apel Hari Desa di Plaza Pemerintah Kabupaten Bekasi, Senin (19/1/2025).

Ia mengungkapkan, hasil tinjauan langsung ke lapangan menunjukkan bahwa mayoritas lokasi yang terdampak merupakan daerah langganan banjir. Kondisi tersebut menjadi perhatian serius pemerintah daerah untuk segera dicarikan solusi jangka menengah dan panjang.

Menurut dr. Asep, Pemerintah Kabupaten Bekasi telah mulai membahas langkah-langkah penanganan bersama para camat, termasuk opsi teknis seperti pembangunan sodetan dan perbaikan sistem drainase.

“Rata-rata wilayah yang saya kunjungi itu banjir langganan, setiap tahun pasti terjadi. Kemarin saya berdiskusi dengan camat, bagaimana solusinya, apakah melalui sodetan atau langkah teknis lainnya,” jelasnya.

Pemerintah daerah menargetkan penanganan banjir dilakukan secara bertahap agar kejadian serupa tidak terus berulang setiap tahun. Ia menekankan pentingnya upaya preventif dan mitigasi sejak dini untuk mengurangi risiko banjir.

Sehubungan dengan hal tersebut, dr. Asep mengimbau seluruh perangkat daerah, camat, kepala desa, dan lurah untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan, khususnya di wilayah rawan banjir.

“Langkah antisipasi harus dilakukan, mulai dari memastikan saluran drainase berfungsi dengan baik, menjaga kebersihan lingkungan, hingga memperkuat koordinasi lintas sektor dalam penanganan dan mitigasi bencana,” tegasnya.

Ia juga mengajak seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk berperan aktif dalam memberikan edukasi kepada masyarakat serta hadir dan responsif saat terjadi kondisi darurat di wilayah masing-masing.

“Keselamatan dan keamanan masyarakat harus menjadi prioritas utama,” pungkasnya.

Pemerintah Kabupaten Bekasi memastikan akan terus memantau perkembangan situasi dan meningkatkan koordinasi dengan seluruh pihak terkait guna meminimalkan dampak banjir terhadap masyarakat.

Fauzan Maulana
Reporter
Tutup