Pemkab Bekasi dan PMI Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan di Cibarusah
Pemerintah Kabupaten Bekasi bergerak cepat menangani dampak kekeringan yang mulai melanda sejumlah wilayah dengan menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat di Kampung Cihanjuang, Desa Ridogalih, Kecamatan Cibarusah, Sabtu (18/7/2026).
Penyaluran bantuan dilakukan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI). Bantuan yang diberikan berupa 20.000 liter air bersih, dua tandon air berkapasitas 5.000 liter, dua tandon berkapasitas 2.000 liter, 200 jerigen, dan 100 ember sebagai sarana penampungan air bagi warga.
Sekretaris Daerah Kabupaten Bekasi Endin Samsudin memimpin langsung pendistribusian bantuan bersama Camat Cibarusah, unsur TNI dan Polri, perwakilan PMI Pusat, PMI Kabupaten Bekasi, BPBD Kabupaten Bekasi, serta Pemerintah Desa Ridogalih.
Endin mengatakan, kekeringan mulai dirasakan di Kabupaten Bekasi sejak akhir Juni 2026. Hingga pertengahan Juli, empat kecamatan telah terdampak, dengan wilayah selatan menjadi kawasan yang mengalami kondisi paling serius.
“Dari 23 kecamatan di Kabupaten Bekasi, terdapat empat kecamatan yang terdampak kekeringan. Dampak paling dirasakan berada di wilayah selatan, yakni Kecamatan Cibarusah, Bojongmangu, dan Serang Baru, serta satu kecamatan di wilayah utara. Seluruh wilayah tersebut menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Bekasi,” ujarnya.
Menurut Endin, penanganan dampak kekeringan dilakukan secara terpadu melalui kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Bekasi, PMI Pusat, PMI Kabupaten Bekasi, BPBD, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, serta berbagai pihak lainnya.
Ia mengapresiasi dukungan PMI Pusat yang memberikan bantuan tandon air untuk ditempatkan di sejumlah titik strategis sehingga distribusi air bersih kepada masyarakat dapat berlangsung lebih efektif.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada PMI Pusat yang telah memberikan bantuan. Untuk suplai air bersih, kami bekerja sama dengan Perumda Tirta Bhagasasi melalui PMI Kabupaten Bekasi sehingga penyaluran kepada masyarakat dapat dilakukan secara rutin, khususnya di wilayah yang terdampak kekeringan,” katanya.
Selain penanganan darurat, Pemerintah Kabupaten Bekasi juga menyiapkan langkah jangka panjang untuk mengurangi dampak kekeringan melalui perluasan jaringan perpipaan Perumda Tirta Bhagasasi. Upaya tersebut diharapkan mampu meningkatkan cakupan layanan air bersih hingga menjangkau seluruh masyarakat.
Endin menjelaskan, jaringan air bersih di Desa Ridogalih saat ini telah melayani Dusun I dan Dusun II, sedangkan Dusun III menjadi prioritas pengembangan jaringan pada tahap berikutnya.
“Ke depan kami berharap kebutuhan air bersih masyarakat dapat terpenuhi secara berkelanjutan melalui optimalisasi jaringan perpipaan sehingga persoalan kekeringan tidak lagi menjadi kendala setiap musim kemarau,” ungkapnya.
Ia menambahkan, bantuan air bersih yang disalurkan saat ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, mulai dari mandi, mencuci, memasak hingga kebutuhan rumah tangga lainnya.
Pemerintah Kabupaten Bekasi, lanjut Endin, akan terus memperkuat kolaborasi dengan PMI, BPBD, pemerintah desa, Perumda Tirta Bhagasasi, serta dunia usaha agar penanganan dampak kekeringan dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan berkelanjutan.
“Pemerintah Kabupaten Bekasi akan terus memperkuat kolaborasi dengan PMI, BPBD, pemerintah desa, serta dunia usaha agar penanganan dampak kekeringan dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan berkesinambungan demi memenuhi kebutuhan dasar masyarakat,” tutupnya.



