Ekonomi Sirkular Bukan Sekadar Daur Ulang, HMI Dorong Perubahan Struktural Menuju Industrialisasi Berkelanjutan
Jawa Timur, Commentary — Persoalan lingkungan yang terus membesar menjadi tantangan serius bagi model ekonomi linier yang selama ini mengandalkan pola produksi ambil, olah, konsumsi, lalu buang. Model tersebut dinilai semakin tidak relevan di tengah keterbatasan sumber daya alam dan meningkatnya volume limbah.
Ekonomi sirkular kemudian dipandang sebagai salah satu pendekatan untuk mengubah pola tersebut. Konsep ini tidak hanya berbicara tentang daur ulang sampah, tetapi mendorong perubahan sejak tahap perancangan produk agar dapat digunakan kembali, diperbaiki, dibongkar, hingga didaur ulang.
Dalam pandangan kritisnya, ekonomi sirkular juga tidak boleh berhenti sebagai strategi pemasaran perusahaan dengan label ramah lingkungan. Perubahan kemasan atau klaim produk dapat terurai tidak akan cukup apabila pola produksi dan konsumsi tetap mendorong eksploitasi sumber daya secara berlebihan.
Fenomena tersebut menunjukkan pentingnya kebijakan yang mampu memastikan tanggung jawab produsen sepanjang siklus hidup produk. Selain itu, sektor informal seperti pemulung dan pengepul juga perlu mendapat pengakuan serta perlindungan karena selama ini menjadi bagian penting dalam praktik sirkularitas di lapangan.
Karena itu, kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dinilai memiliki ruang untuk mendorong penguatan regulasi tanggung jawab produsen, perlindungan pekerja sektor informal pengelolaan sampah, serta kajian kritis terhadap klaim keberlanjutan perusahaan.
Transisi menuju industrialisasi berkelanjutan pada akhirnya tidak cukup dilakukan dengan menambah tempat sampah atau mengganti bahan kemasan. Perubahan yang dibutuhkan jauh lebih mendasar, yakni mempertanyakan kembali pola pertumbuhan ekonomi tanpa batas dan membangun sistem ekonomi yang tetap menghormati daya dukung bumi.
Ekonomi sirkular bukan sekadar tentang bagaimana sampah dikelola, tetapi tentang bagaimana sistem ekonomi dibangun agar tidak terus menghasilkan sampah dan mengeksploitasi sumber daya tanpa batas.



