Operator SPBU Menangis Saat Gubernur Bali Minta Buka 24 Jam
Denpasar, Commentary – Video seorang operator perempuan SPBU 54.801.48 di Jalan Diponegoro, Denpasar, yang menangis saat menyampaikan keluhannya kepada Gubernur Bali Wayan Koster viral di media sosial.
Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (14/10/2026) malam, ketika Koster mengunjungi SPBU di tengah antrean panjang kendaraan akibat krisis bahan bakar. Dalam kunjungan tersebut, operator SPBU diminta tetap beroperasi selama 24 jam.
“Saya bukan robot, saya juga capek, Pak. Iya, saya pegawai, tapi saya punya hak juga,” ujar operator tersebut sambil menangis.
Keluhan itu muncul karena para operator mengaku telah bekerja melampaui jam kerja normal. Mereka juga terkejut dengan permintaan untuk memperpanjang jam operasional secara mendadak.
Admin SPBU 54.801.48, Tria, menjelaskan bahwa keterbatasan jumlah tenaga kerja menjadi kendala untuk menjalankan operasional selama 24 jam. Dari total 12 operator, sebagian bertugas dalam dua sif setiap hari. Seluruh operator di SPBU tersebut merupakan perempuan, bahkan salah satunya masih menyusui.
Menurut Tria, operasional normal SPBU berlangsung mulai pukul 06.00 hingga 23.00 Wita. Namun, kondisi antrean panjang membuat para operator harus bekerja lembur hingga melewati tengah malam.
“Karena mereka juga capek, kan pengen diganti juga. Cuma, kan, nggak secepat itu bisa nyari orang yang bisa gantiin,” tuturnya.
Peristiwa ini menyoroti persoalan kesiapan tenaga kerja dalam menghadapi lonjakan kebutuhan bahan bakar. Di tengah tuntutan pelayanan kepada masyarakat, ketersediaan petugas, pengaturan sif, serta waktu istirahat pekerja menjadi aspek yang perlu diperhatikan.


